Selasa, 07 Mei 2013

Figur Seorang Ayah

Renungan Malam....

Bacaan Mazmur 24 : 1- 10

  Ada Bapa satu dia jalan-jalan, tapi dia lihat ada umbul-umbul dipasang disepanjang jalan, dia tanya dalam hati, ini hari apakah, ada perayaan apakah sampai jalan begitu ramai dengan umbul-umbul, dia penasaran lalu dia bertanya sama orang yang ada disitu. anak saya mau tanya dulu ini ada bendera dan umbul-umbul terus jalan-jalan diaspal kasih bagus dia, ini ada perayaan apakah ? lalu anak itu jawab oh... Bapa katong pu presiden mao datang jadi mau buka kegiatan Raimuna makanya ada bendera, umbul-umbul semua disiapkan untuk penyambutan. oh begitu kah, habis Bapa tara tau jadi trimakasi ya..,
tapi Bapa itu berpikir untuk penyambutan seorang Presiden saja begitu ramai dan semarak, bahkan membutuhkan dana yang cukup banyak. Bagaimana kalau Tuhan  datang ? apa yang manusia siapkan, bendera dan umbul-umbulkah. tapi Tuhan tidak membutuhkan itu semuanya. Tuhan kita kaya dan Maha Kuasa, ia tidak membutuhkan segala persiapan-persiapan yang sifat nya kedagingan, IA membutuhkan hati kita.

SeCangkir Yang Cantik

Cangkir Cantik 

       Sepasang opa dan oma pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik "Lihat cangkir itu," kata si oma kepada suaminya.
"Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si opa.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang penjunan dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. 

Kunci Kesuksesan

Kiat sukses

Bagaimana Mencapai Sukses?

Ada tiga kiat yang bisa membuat kita berhasil di dalam setiap apa
yang kita kerjakan.

Pertama, BE HONEST. Berlakulah jujur dalam setiap apa yang kita
kerjakan, dalam setiap tugas dan tanggujawab yang diberikan kepada
kita. Jangan berpikir untuk mengambil keuntungan bagi diri pribadi
secara tidak jujur dari kesempatan yang ada. Memang ada banyak
tantangan untuk berlaku jujur. Tetapi percayalah, Tuhan memberkati
orang yang jujur dan dunia ini memerlukan orang-orang yang jujur!